Bismillahirrahmanirrahim!
Semoga dengan kehadiran website alghuroba
ini menjadi sebab kebaikan bagi kita semua, selamat membaca.
Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
Akhlaqul Karimah
Bimbingan Ibadah Syar'iyah
Biografi Ulama Ahli Hadits
Metodologi Salaf
Nasihat Untuk Muslimah
Tafsir Al-Qur'an dan Al-Hadits
Bimbingan Kesehatan
Berkenalan Dengan Manhaj Salaf
Kesimpangsiuran yang terjadi pada sebagian orang yang mengaku bermanhaj "Salaf" yang sesungguhnya pemahamannya telah terkontaminasi..
Baca Tuntas
 
Fenomena "Jama'ah Islamiyah"
"Jama'ah Islamiyah" bukan sekedar wacana (menampik persepsi Barat mengenai kelompok "Jama'ah Islamiyah")
Baca Tuntas
 
Muhibah Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib
Pasang surut dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah di Indonesia telah berlangsung sejak zaman Imam Bonjol di Sumatra Barat atau bahkan sebelumnya sampai sekarang
Baca Selengkapnya
 

print
:: Yaa Ukhti.. Jagalah Lisanmu
Admin  12 Mei 2008

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Allah telah melimpahkan nikmat-Nya atas kalian yang lahir maupun yang bathin..” (Luqman: 20)

Termasuk dari nikmat Allah yang di anugerahkan kepada kita ialah lisan. Allah Ta’ala memuliakan hamba-Nya dengan sebab lisan tersebut, dan lisan juga digunakan sebagai alat untuk mengungkapkan apa yang ada didalam hati.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Dia Allah yang Maha Pengasih. Yang telah mengajarkan Al Qur’an. Dia menciptakan manusia. Mengajarkannya pandai berbicara”. (Ar-Rahman: 1-4)

Dan Allah ‘Azza Wa Jalla mengingatkan nikmat-Nya terhadap hamba-Nya. Ketika Allah menciptakan lisan bagi hamba-Nya; sebagaimana dalam firman-Nya:

“Bukankah kami telah menciptakan bagi manusia itu dua mata. Dan kami menciptakan pula satu lisan dan dua bibir”.

Lisan terkadang dapat mengangkat derajat si pemilik lisan tersebut kepada derajat yang paling tinggi. Dan akan terealisir yang demikian ini, ketika lisannya digunakan dalam perkara-perkara yang baik seperti berdoa kepada Allah, membaca al-qur’an, atau untuk kepentingan dakwah dijalan Allah, mengajarkan ilmu dan semisalnya. Dengan kata lain digunakan kepada apa yang diridhai oleh Allah ‘Azza Wa Jalla.

Namun lisan juga terkadang dapat menjerumuskan si pemilik lisan tersebut kepada tingkatan yang paling rendah. Dan akan terjadi yang demikian ini ketika lisan tersebut dilepaskan kepada perkara yang tidak diridhai oleh Allah ‘Azza Wa Jalla.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menceritakan tentang penduduk surga; ketika mereka bertanya kepada penduduk neraka, dalam firman-Nya:

“Apa yang menyebabkan kamu masuk kedalam neraka Saqar?. Mereka menjawab: dahulu kami bukan termasuk orang-orang yang mendirikan shalat. Dan kami juga tidak memberikan makan orang miskin. Bahkan kami suka berbincang-bincang (yang tidak dimengerti), bersama orang-orang yang membicarakannya”. Dan kami mendustakan tentang adanya hari kiamat. Sampai datang kepada kami kematian”. (Al Muddatstsir: 42-47)

Sisi pendalilan dari ayat tersebut diatas ialah bahwa duduk berbincang-bincang dalam perkara yang tidak dimengerti (asbun/ngrumpi); menjadi salah satu sebab yang mengantarkan seseorang masuk neraka.

Berkata Ibnu Katsir dalam menafsirkan Firman Allah Ta’ala (Al Muddatstsir: 45): “Bahkan kami suka berbincang-bincang (yang tidak dimengerti) bersama orang-orang yang membicarakannya”. Yakni kami suka berbincang-bincang dalam perkara yang kami tidak mengetahuinya.

Berkata Qatadah bin Di’amah As Sadusi (Imam dari kalangan Tabi’in) dalam menafsirkan ayat ke 45 dari surat Al Muddatstsir tersebut: “Bahwasanya menjadi sesat orang yang sesat, kamipun sesat bersamanya”.

Dalam Shahih Al-Bukhari termaktub riwayat dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa 'Ala Aalihi Wasallam bersabda:

“Sesungguhnya seorang hamba ketika berkata dengan suatu perkataan yang mendatangkan ridha Allah; dan dia tidak menyadari bahwa perkataannya tersebut dapat mendatangkan ridha Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya dengan beberapa derajat. Dan adapula seorang hamba ketika berkata dengan suatu perkataan yang dibenci oleh Allah; dan dia tidak memikirkan bahwa perkataannya tersebut dapat mengundang kemurkaan Allah, maka Allah akan mencampakkan dia ke neraka jahannam”. (juga diriwayatkan oleh Imam Muslim 4/2290 dengan makna yang serupa)

Menjaga Lisan Termasuk Kesempurnaan Islam

Al Imam Al Bukhari 1/53 dan Al Imam Muslim 1/65 meriwayatkan (dan ini lafadz Al Bukhari) hadits dari Abdullah Bin ‘Amr Bin Al-‘Ash, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa 'Ala Aalihi Wasallam bersabda:

“Seorang muslim itu ialah yang berhasil menyelamatkan saudaranya sesama muslim (Al-Muslimuun dalam lafadz arabnya) dari kejahatan lisannya dan tangannya”.

Al Hafidz Ibnu Hajar Al ‘Asqalani Rahimahullah dalam Fathul Bari menerangkan penggunaan kata Al-Muslimuun dalam riwayat tersebut diatas:

“Disebutkannya kata Al-Muslimuun dalam hadits tersebut karena keluar dari keumuman keadaan manusia. Dan memelihara kehormatan seorang muslim dengan cara menahan gangguan terhadapnya merupakan kewajiban yang disebutkan dengan penegasan kalimat yang lebih keras. Walaupun dalam hal ini orang-orang kafir diperangi, namun ada dari golongan mereka yang diwajibkan bagi kita untuk menahan diri daripadanya (yakni kafir Dzimmi). Kemudian dibawakan dalam hadits tersebut dengan menyebutkan Jama’ Mudzakkar Saalim (kata yang menunjukkan bilangan banyak -plural- untuk laki-laki; yakni kata Al-Muslimuun: pria-pria muslim) karena menunjukkan bahwa keumumannya demikian. Dan sesungguhnya wanita-wanita muslimah juga masuk dalam kategori Al-Muslimuun pada hadits tersebut.

Nasihatii Lin Nisaa’
Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah Hafidzahallah (Puteri Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi’i Rahimahullah)
Alih Bahasa : Fikri Abul Hassan

6 Responses to " Yaa Ukhti.. Jagalah Lisanmu"
ummu abdillah
09 Mar 2010 at 12:41:52

assalamu'alaikum

subhanalloh... manusia memang suka lalai dalam kesehariannya
semoga ini bisa menjadi pengingat bagi jiwa yang salah

ijin untuk di copas

barokallahufik

aisyah_rahmah2000
13 May 2009 at 10:18:07

"Dan katakanlah kpd hamba2-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yg lbh baik (benar), sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yg nyata bg manusia". (Al-Israa:53).

linda
22 Dec 2008 at 10:03:31

artikelnya bagus banget, dan tentunya menambah wawasan. makasih om fikri... izin copas yach

qeeasyifa
11 Jun 2008 at 10:48:02

subhanalloh... pelajaran bagi ana. Soalnya ana kuliah di Ilmu Komunikasi. Jadi sering cuap-cuap

Jameel
04 Jun 2008 at 06:55:23

Ummu Abdillah binti Syaikh Muqbil rahimahumallahu

Ust.Ja'far dan Fikri, jazakumallahu khoiron..

Semoga kita semua dapat menjaga lisan dan berucap dengan sesuatu yang mendatangkan ridho Allah

Barokallahufiikum...

QqCakep
19 May 2008 at 10:34:07

Hikz... Dah comment puuuanjang je. Salah kodenya jd nggk masuk. Hilang lg. Ngulang lg deh..

Makasih byk postingannya Pak Ustadz Fikri. Insya Allah bs menambah kehati-hatian Qq dalam menjaga lisan yg tak bertulang ini. Yg kadang sering menyakiti tanpa disadari.
Yaa Allah.. Ampunilah dosa" hamba yg lalu. Dan jagalah lisan ini dr suatu perkataan yg tak bermanfaat...


 

Leave a Reply

Nama*
Website
E-mail*
*

 

alghuroba crew © 2008 | +62 856 4310 2002 (no esemes) site admin | assyaikh@yahoo.com