Bismillahirrahmanirrahim!
Semoga dengan kehadiran website alghuroba
ini menjadi sebab kebaikan bagi kita semua, selamat membaca.
Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
Akhlaqul Karimah
Bimbingan Ibadah Syar'iyah
Biografi Ulama Ahli Hadits
Metodologi Salaf
Nasihat Untuk Muslimah
Tafsir Al-Qur'an dan Al-Hadits
Bimbingan Kesehatan
Berkenalan Dengan Manhaj Salaf
Kesimpangsiuran yang terjadi pada sebagian orang yang mengaku bermanhaj "Salaf" yang sesungguhnya pemahamannya telah terkontaminasi..
Baca Tuntas
 
Fenomena "Jama'ah Islamiyah"
"Jama'ah Islamiyah" bukan sekedar wacana (menampik persepsi Barat mengenai kelompok "Jama'ah Islamiyah")
Baca Tuntas
 
Muhibah Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib
Pasang surut dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah di Indonesia telah berlangsung sejak zaman Imam Bonjol di Sumatra Barat atau bahkan sebelumnya sampai sekarang
Baca Selengkapnya
 

print
:: Tafsir Al-Qadr
Admin  09 September 2009

Allah Ta'ala Berfirman dalam surat Al Qadr :

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apa malam kemuliaan itu? . Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhan-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar”.

Berkata Syaikh Abdurrahman As Sa'di Rahimahullah dalam menafsirkan ayat diatas:

Allah Ta'ala telah memberitakan kepada kita dengan jelas mengenai keutamaan Al-Qur'an dan betapa tinggi kemuliaan yang ada padanya (Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan) . Sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam ayat lain “ Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam yang diberkahi ”. Allah Ta'ala memulai dengan menurunkan Al Qur'an di bulan Ramadhan pada malam Lailatul Qadr. Kasih sayang Allah dan rahmat-Nya yang Maha luas bagi hamba-hambaNya pada malam yang mulia itu. Tidaklah Allah memuliakan hamba-hambaNya pada malam itu, kecuali mereka dalam keadaan bersyukur.

Dinamakan Lailatul Qadr (malam kemuliaan), karena betapa besar kemuliaan yang ada padanya dan keutamaan yang Allah berikan pada malam itu. Karena sesungguhnya pada malam kemuliaan itu, Allah menetapkan taqdir ajal-ajal (kematian), rizki-rizki dan ketentuan-ketentuan lain yang telah ditetapkan dalam setahun.

Allah Ta'ala memuliakan urusan dimalam itu serta mengagungkannya. ( Dan tahukah kamu apa malam kemuliaan itu? ) yakni urusan dimalam itu sungguh mulia dan mempunyai kedudukan yang sangat agung. ( Lailatul Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan ) pada malam kemuliaan itu keutamaannya sepadan dengan kadar waktu selama seribu bulan, yakni amalan yang dilakukan pada malam itu sungguh lebih baik dari pada amalan yang dilakukan selama seribu bulan yang tidak terdapat padanya malam Lailatul Qadr. Fenomena yang demikian ini membuat heran dan tercengang orang-orang yang berakal, ketika Allah Tabaraka Wa Ta'ala mengkaruniakan atas ummat ini yang sangat lemah kemampuannya dan juga yang mempunyai kekuatan dengan anugerah malam Lailatul Qadr. Yaitu jika mereka beramal shalih pada malam yang mulia itu maka keutamaannya berlipat semisal seribu bulan mereka mengamalkannya. Dan pada malam itu, umur seseorang juga bertambah panjang selama 80 tahun lebih (seribu bulan).

( Pada malam itu turun para malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhan-nya ) yakni dimalam yang mulia itu malaikat-malaikat Allah turun dengan jumlah yang lebih banyak. ( Untuk mengatur segala urusan ) yakni keselamatan dari segala malapetaka dan kerusakan, maka dimalam itu sungguh melimpah kebaikan. ( Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar ) yakni malam itu dimulai ketika persis tenggelamnya matahari hingga terbitnya fajar.

Banyak hadits mutawatir (diriwayatkan dari banyak jalan) yang memberitakan tentang keutamaan Lailatul Qadr. Malam yang mulia itu terjadi pada sepuluh hari terakhir dibulan Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil dibulan itu. Malam qadr itu akan tetap ada dan senantiasa muncul setiap tahun, hingga kelak datangnya hari kiamat. Dengan sebab inilah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa 'ala aalihi wasallam melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, dalam rangka memperbanyak amalan ibadah dengan penuh harapan mendapatkan malam Lailatul Qadr, wallahu a'lam.

Syaikh Abdurrahman As Sa'di Rahimahullah
Taisirul Karimir Rahman Fii Tafsiri Kalamil Mannan Hal. 931
Alih Bahasa : Fikri Abul Hassan

0 Responses to " Tafsir Al-Qadr"

 

Leave a Reply

Nama*
Website
E-mail*
*

 

alghuroba crew © 2008 | +62 856 4310 2002 (no esemes) site admin | assyaikh@yahoo.com