Kaffaratul Majlis (doa)
Sebagaimana kita ketahui, manusia mempunyai kelemahan dalam bentuk lalai dan khilaf sehingga amat sering terjatuh pada banyak kesalahan di setiap waktu dan setiap tempat. Karena itu, di setiap saat dan tempat telah dituntunkan oleh Allah dan RasulNya kepada setiap Muslim untuk banyak bertaubat dan meminta ampun kepadaNya atas dosa-dosa yang dilakukannya dalam keadaan disadari ataupun tidak.
Terlebih lagi yang berkaitan dengan lisan, telinga dan mata, sebagai anggota tubuh kita yang paling sering terjatuh pada berbagai kesalahan. Maka telah disebutkan bahwa arena yang sering kita terjatuh pada berbagai kesalahan itu antara lain adalah tempat kita duduk bercengkerama dengan teman atau handai taulan. Sehingga dengan sebab itulah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa aalihi wasallam mengingatkan kita tentang majlis tempat kita duduk bercengkerama itu sebagai arena yang amat mudah menjatuhkan kita kepada berbagai kesalahan. Beliau bersabda :
“Barangsiapa duduk di suatu tempat duduk dalam keadaan tidak berdzikir kepada Allah padanya, maka dia meninggalkan satu dosa padanya. Dan barangsiapa tidur di suatu tempat tidur, dia tidak berdzikir kepada Allah padanya, maka dia meninggalkan dosa padanya”. HR. Abu Dawud dalam Sunannya hadits ke 4856 dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu.
Bahkan lebih jelas lagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa aalihi wasallam mengingatkan :
“Tidaklah suatu kaum duduk di suatu majlis yang padanya dia tidak berdzikir kepada Allah, dan tidak bershalawat kepada Nabi, kecuali majlis itu akan menjadi penyesalan baginya di hari kiamat. Walaupun dia masuk surga karena pahala amalan dia”. HR. Ahmad dalam Musnadnya jilid 2 halaman 463 dari Abi Hurairah.
Al Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah dalam Silsilah Al Ahaditsus Shahihah jilid 1 Al Qismul Awwal halaman 163 menegaskan :
“Dan dzikir yang diisyaratkan di hadits ini, ialah dzikir yang terkenal dengan nama Kaffaratul Majlis”.
Maka dengan demikian telah cukup memastikan kepada kita, betapa pentingnya apa yang dinamakan “Kaffaratul Majlis” itu. Sehingga kita harus mengerti apa itu Kaffaratul Majlis untuk kita selamat dari bahaya penyesalan di hari kiamat. Dan Kaffaratul Majlis itu secara bahasa maksudnya adalah penghapusan dosa yang terjadi di majlis. Adapun apa sesungguhnya dzikir yang merupakan Kaffaratul Majlis itu, maka jawabannya kita dapatkan dari hadits Nabi berikut ini :
“Barangsiapa menyatakan : Subhanallah wa bihamdih Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik (artinya : Maha suci Allah dengan segala pujian untukNya, maha suci Engkau ya Allah dan dengan segala pujian bagiMu aku bersaksi tidak ada sesembahan yang benar kecuali engkau. Aku memohon ampunan kepadaMu dan aku bertaubat kepadaMu), maka bila dzikir ini diucapkan sebagai penutup majlis dzikir, ia menjadi segel bagi majlis itu (dengan segala keutamaan padanya). Tetapi bila majlis itu adalah majlis yang padanya terdapat berbagai omongan sia-sia, maka dzikir ini sebagai penghapus dosa yang terjadi padanya”. HR. Hakim dalam Mustadraknya jilid 1 hal. 537, dari Jubair bin Mut'im. Al Hakim menyatakan : “Hadits ini Shahih menurut syarat periwayatan Imam Muslim An Nisaburi, tetapi Imam Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya”. Al Imam Adz Dzahabi menyetujui penshahihan Al Hakim tersebut.
Maka perhatikanlah, hafalkan dan fahami makna do'a kaffaratul majlis ini, serta amalkan setiap kita menutup majlis kita untuk membersihkan segenap dosa yang terjadi di majlis kita yang disadari ataupun tidak kita sadari.
Al Ustadz Ja'far Umar Thalib