Tanya:
Ana melihat di TV dan forum-forum diskusi kalau ustadz sering mencela Sayyid Quthb? Bukankah Syaikh Bakr Abu Zaid mengkritik Syaikh Rabi' ketika beliau mencela Sayyid Quthb?
(Abu Sulaiman, Bekasi)
Jawab:
Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah pernah menulis surat pada syaikh Rabi bin Hadi guna memperingatkan beliau dari mencerca Sayyid Qutb, dan itu merupakan ijtihad beliau tentang Sayyid Qutb. Kemudian hal ini dibantah kembali oleh Syaikh Rabi' dalam satu kitab khusus yang berjudul Al-Haddul Fashil. Dimana dalam bantahan itu Syaikh Rabi' membuktikan bahwa cercaan kepada Sayyid Qutb bukanlah karena kesalahpahaman. Dikarenakan Syaikh Bakr Abu Zaid menuduh Syaikh Rabi' dengan menyatakan: "Kau mungkin mencerca Sayyid Qutb karena salah paham terhadap tulisan-tulisannya, nanti kau akan ditanyai di Yaumil Qiyamah akibat kesalahpahamanmu itu". Namun Syaikh Rabi' membuktikan dan membeberkan dalam Al-Haddul Fashil bahwa beliau tidak salah paham dalam menulis kritikan terhadap Sayyid Qutb atas kesesatan-kesesatannya, karena memang buku-buku Sayyid Qutb tersebar luas dan dibaca banyak orang. Maka ini bahaya sekali jika tidak ada yang mengkritiknya, karena orang bisa menganggapnya benar padahal yang demikian itu bathil.
Oleh karenanya dalam Al-Haddul Fashil Syaikh Rabi' membantah kembali Syaikh Bakr Abu Zaid tentang kritikan beliau, dan dibuktikan secara ilmiah bahwa Syaikh Rabi' tidak salah paham dalam menukil buku-buku tentang kesesatan Sayyid Qutb, baik cetakannya, tahunnya, sampai dalam beberapa cetakan Syaikh Rabi' membuktikan bahwa Sayyid Qutb memang menulis demikian. Kemudian jika dikatakan bahwa Sayyid Qutb menulis ksalahan-kesalahan itu karena ketidaktahuannya, maka Syaikh Rabi' membuktikan bahwa ketika Sayyid Qutb menulis kesalahan-kesalahannya tersebut, Sayyid Qutb sempat ditegur dan disurati oleh Syaikh Mahmud Syakir (adiknya Ahmad Syakir) seorang Ulama Mesir dalam bidang Tarikh (Syaikh Ahmad Syakir Ulama Mesir dalam bidang hadits). Syaikh Mahmud Syakir menulis surat untuk Sayyid Qutb atas tulisan-tulisannya, dan dibuktikan oleh Syaikh Rabi', bahwa surat Syaikh Mahmud Syakir dibantah oleh Sayyid Qutb dengan marah-marah demi membela tulisannya.
Jadi yang penanya perlu tahu, bahwa anda jangan hanya membaca surat Syaikh Bakr Abu Zaid yang mengkritik Syaikh Rabi', tapi anda baca juga surat bantahan Syaikh Rabi' terhadap Syaikh Bakr Abu Zaid, supaya anda dapat ilmu dan kejelasan bahwa Sayyid Qutb ini memiliki penyimpangan-penyimpan yang harus diperingatkan kepada umat. Dan itu yang saya lakukan sebagai upaya sikap rahmah seorang Ahlus Sunnahkepada yang sudah mati. Sayyid Quthb itu sudah mati, dan kalau tulisan-tulisannya yang sesat itu diikuti oleh orang yang masih hidup, berarti orang yang hidup ini akan mengirim dosa kepada Sayyid Quthb di kuburan. Kita sebagai Ahlussunnah rahmah kepada yang mati, kita harus terangkan kepada umat kesesatan-kesesatan Sayyid Qutb itu, supaya orang jangan mengikuti kesesatan-kesesatannya, sehingga terhenti pengiriman dosa terhadap Sayyid Qutb. Jadi semua itu dalam rangka rahmah terhadap Sayyid Qutb yang dilakukan oleh para ulama, kemudian saya mengikuti para ulama itu demi memperingatkan kesesatan-kesesatan Sayyid Qutb tersebut.
Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib
Thursday, 09 December 201 at 17:02:34
Bismillah ustadz yg saya hormati, apakah setelah haddul fashil dari syaikh robi', syaikh bakr menangapinya lagi??! Apakah permasalah sayyid qutb selesai dgn risalah haddul fashil itu?? jazaakallohukhoiron..
Tuesday, 04 October 2011 at 07:13:24
Salam, Saya belum baca lagi tulisan Syaikh Robi' yang mengatakan tulisan Saiyyid qutb adalah sesat. Namun saya telah banyak membaca tulisan-tulisan orang-orang lain yang mengkertik Saiyyid Qutb dan saya dapati kesemua kritikan itu adalah lemah sekali, dangkal, lapuk dan basi, banyak yang emosi dan kelihatan mempertahankan kedudukan politik dan jawatan masing-masing. Setakat ini saya masih berpegang kepada pandangan-pandangan Saiyyid Qutb di sebalik kritikan-kritikan ini. Seluruh kritikan itu berpusat kepada isu Hakimiyah yang dikatakan sebagai di salah tafsirkan oleh Saiyyid Qutb. Walaupun begitu, saya masih berkeyakinan bahawa pandangan-pandangan Saiyyid qutb adalah betul dan benar, termasuklah mengenai isu Hakimiyah. Sekian, terima kasih. Wan Solehah al-Halbani