Di akhir-akhir ini amat santer diberitakan mass media, seruan beberapa pejabat pemerintah Republik Indonesia untuk menanggulangi wabah terorisme dengan melakukan gerakan Deradikalisasi. Dimana pemahaman radikal beragama yang merebak di kalangan segelintir umat Islam Indonesia, mengakibatkan munculnya gerakan teror yang meresahkan warga masyarakat di beberapa tempat di wilayah Republik Indonesia. Namun berhubung tindakan para teroris itu mempunyai nilai sensasi berita yang tinggi, maka mass media melansir berbagai kegiatan teror tersebut secara nasional dan bahkan internasional sehingga menjadi keresahan seluruh lapisan masyarakat di negara ini tanpa terkecuali. Akibatnya pemerintah didesak oleh berbagai pihak untuk mencanangkan program Deradikalisasi, khususnya di kalangan Umat Islam.
Yang paling dipersalahkan atau dituduh menyebarkan pemahaman terorisme itu adalah pemahaman ‘Wahabiyah' yaitu pemahaman yang bersumber kepada ajaran-ajaran seorang Ulama Najed bernama Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang di anggap mempunyai pemahaman radikal sehingga melahirkan gerakan-gerakan teror terhadap Umat Islam di jazirah Arabiyah kemudian di seluruh dunia Islam. Pemahaman ‘Wahabiyah' ini yang mendasari dan melatarbelakangi sejarah perjuangan berdirinya kerajaan Saudi Arabia yang kemudian wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh jazirah Arabiyah dan kemudian menjadi negara yang paling gigih dalam menebarkan pemahaman ‘Wahabiyah' itu di penjuru dunia. Demikianlah pandangan yang menyebar di kalangan rata-rata Umat Islam dan opini yang dikampanyekan oleh mass media ditambah dengan terbitnya berbagai buku-buku yang beredar di masyarakat dengan sangat luas.
Opini sesat tersebut amat mudah merasuki semua kalangan pemerintah, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama, dan semua lapisan masyarakat, karena adanya beberapa sebab yang sangat prinsipil, yaitu:
1. Keumuman tokoh-tokoh agama di kalangan Umat Islam di Indonesia ini berpemahaman dari produk Ilmu Kalam, yaitu Aqidah Asy-‘ariyah dan Thariqat Sufiyah. Juga sebagian lagi dari tokoh-tokoh agama itu berpemahaman neo mu'tazilah yang merujuk kepada pemahaman Muhammad Abduh (tokoh pluralisme dari Mesir). Dimana berbagai pemahaman para tokoh agama tersebut sangat keras dikritik oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan segenap murid-muridnya. Sehingga tumbuh kuat di kalangan para tokoh agama di Indonesia, kebencian dan antipati terhadap pemahaman yang diserukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab tersebut.
2. Semakin luasnya pengaruh Dakwah Salafiyah di Indonesia, khususnya Dakwah Salafiyah yang telah mengalami pemurnian setelah tahun 1990. Meluasnya Dakwah Salafiyah ini sangat meresahkan para tokoh ormas-ormas Islam mainstream seperti NU, Muhammadiyah, Al-Irsyad Al Islamiyah, PERSIS dan lain-lainnya. Tokoh-tokoh agama dari berbagai ormas Islam tersebut bersama kalangan ‘Haba'ib' (yaitu kalangan kuburiyyun atau para penyembah kuburan) merasa terancam pengaruhnya sehingga mereka bergandengan tangan satu dengan yang lainnya untuk melawan Dakwah Salafiyah dan menjauhkan Umat Islam dari dakwah ini dengan berbagai fitnah keji, penuh intrik yang tujuannya satu, yaitu menciptakan perasaan antipati Umat Islam terhadap Dakwah Salafiyah. Kelompok tokoh agama ini merasa berkepentingan untuk menggiring pemerintah Republik Indonesia kepada satu opini bahwa pemahaman dan Dakwah Salafiyah adalah bahaya laten yang harus diberangus oleh pemerintah Republik Indonesia.
3. Munculnya pemahaman ekstrim yang sesungguhnya berasal dari tokoh-tokoh khawarij semacam Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb di Mesir tetapi kemudian pemahaman ekstrim tokoh-tokoh khawarij itu diadopsi oleh segelintir pemuda yang sebelumnya mendapatkan pencerahan pemahaman agama dari dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Hal ini terjadi setelah peristiwa perang di Afghanistan dalam menghadapi invasi Uni Soviet yang terjadi antara tahun 1978 - 1994. Dimana perang melawan Uni Soviet di Afghanistan itu menjadi perang jihad fi sabilillah yang mendapatkan publikasi secara internasional setelah adanya fatwa dari mufti kerajaan Saudi Arabia yaitu Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah yang notabene adalah salah seorang ulama pengikut gerakan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan Imam dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jama'ah di abad ke-20. Dengan fatwa itu maka bergeraklah Salafiyun (pengikut gerakan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab) dari seluruh dunia ke Afghanistan dan penggalangan dana dari kalangan mereka untuk membiayai jihad di Afghanistan begitu masifnya. Namun jihad Islami di Afghanistan itu didominasi kepemimpinannya oleh tokoh-tokoh gerakan ‘Ikhwanul Muslimin' (para pengekor pemahaman sesat Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb) semacam Dr. Umar Abdurrahman, seorang Quthbi ekstrim (pengekor pemahaman Sayyid Quthb yang sangat militan) yang kemudian menerjunkan murid-muridnya untuk ikut mengendalikan jihad di Afghanistan seperti Dr. Aiman Az-Zawahiri dan konco-konconya. Juga tokoh gerakan ‘Ikhwanul Muslimin' yang lainnya yang sangat mendominasi kepemimpinan jihad di Afghanistan yang bernama Dr. Abdullah Azzam yang amat gigih mengajak para Salafiyin untuk menganggap pemahaman Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb sebagai pemahaman Salafiyah yang juga harus diikuti sebagaimana mereka mengikuti pemahaman Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Padahal pemahaman terorisme ‘Ikhwanul Muslimin' semacam Sayyid Qutub dan Hasan Al-Banna itu bertentangan secara frontal dengan pemahaman Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Sehingga pasca menangnya Jihad Islami di Afghanistan melawan Uni Soviet dan bubarnya negara Uni Soviet, timbullah proses percampuran pemahaman ‘Ikhwanul Muslimin' dengan pemahaman Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab sehingga seakan-akan kedua pemahaman itu sama dan satu manhaj (yakni satu pola pemahaman). Yang demikian itu adalah syubhat (pengkaburan pemahaman) yang sangat berbahaya. Akhirnya muncullah segelintir pemuda dari kalangan salafiyin yang terfitnah oleh pemahaman terorisme Sayyid Quthb dan Hasan Al-Banna itu, lebih-lebih lagi mereka disokong dan diorganisir oleh Usamah bin Laden untuk melakukan tindakan-tindakan teror di seluruh dunia. Dan jadilah orang menuduh bahwa gerakan teror itu berasal dari kalangan Salafiyin dan terorisme itu dan Wahabiyah.
4. Lebih-lebih lagi tokoh-tokoh teroris internasional dan nasional tampil seakan-akan sebagai sosok pengagum gerakan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan bahkan menukil keterangan-keterangan, dalam buku-buku yang diterbitkan oleh mereka, dari literatur-literatur rujukan utama kalangan Ulama Salaf Ahlussunnah Wal Jama'ah. Tokoh-tokoh teroris itu antara lain adalah Abu Muhammad Al-Maqdisi (Yordania), Abdul Qadir bin Abdul Aziz Bahadziq (Saudi Arabia) dan lain-lainnya. Kemudian pengekor-pengekornya di Indonesia, seperti Abu Bakar Ba'asyir (Amir Jama'ah Ansharut Tauhid), Imam Samudera, Abu Sulaiman Aman Abdurrahman dan lain-lainnya. Tulisan-tulisan mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan serta dipublikasi dengan bebas di berbagai wilayah di seluruh Indonesia.
Fitnah besar yang sedang diarahkan terhadap Dakwah Salafiyah ini mengharuskan Salafiyun untuk bangkit melawan arus fitnah tersebut, dan dalam rangka perlawanan itulah saya sebagai Da'i Salafy Ahlussunnah Wal Jama'ah menulis bantahan terhadap salah satu dari para pengekor teroris internasional, yaitu tulisan Abu Sulaiman Aman Abdurrahman dalam bukunya yang menjadi salah satu pegangan utama para penganut pemahaman terorisme berjudul "Seri Materi Tauhid" dan diterbitkan dalam bentuk diktat kumpulan makalah yang beredar dari kota ke kota melalui forum daurah (pengkaderan) yang diadakan oleh kelompok Aman Abdurrahman tersebut di beberapa kota. Semoga dengan bantahan yang saya berikan di sini dapat memberikan pencerahan bagi kaum muslimin yang menyempatkan diri membaca tulisan ini, sehingga tidak termakan oleh genderang fitnah yang sedang ditabuh oleh tokoh-tokoh agama yang sedang menaikkan bendera perang terhadap Dakwah Salafiyah. Dan saya juga berharap kepada Allah Ta'ala untuk terus melimpahkan hidayah dan taufiq-Nya kepada para da'i Salafy Ahlussunnah Wal Jama'ah untuk semakin sabar dalam keikhlasan karena Allah semata dalam menjalankan perjuangan dakwah ini dan semakin bertawakkal kepada Allah dalam menghadapi kesalahpahaman banyak kalangan masyarakat akibat dari genderang fitnah tersebut. Saya juga berharap kepada Allah Ta'ala untuk memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada para tokoh agama yang sedang mabuk dalam kemarahan mereka kepada Dakwah Salafiyah ini agar mereka kembali kepada pandangan yang adil dan ilmiah tentang Dakwah Salafiyah ini. Juga saya berharap kiranya Allah Ta'ala memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada pemerintah Republik Indonesia untuk jangan termakan oleh jejalan fitnah yang dilancarkan para tokoh agama tersebut. Dan semoga Allah melimpahkan hidayah dan taufiq-Nya kepadaku agar aku menulis semua keterangan ini dengan ikhlas karena-Nya semata, amin yaa mujibas sa'ilin.
Dari hamba Allah yang mengharapkan Ampunan dan RahmatNya,
Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib
Pimpinan / Pengasuh Pondok Pesantren Ihya' As Sunnah Yogyakarta
Wednesday, 17 August 2011 at 21:45:40
Keterangan ustadz di atas bukannya akan semakin mempertajam perpecahan diantara kaum muslimin?? dan penilaian yang ustadz simpulkan tentang person2 yang disebutkan diatas berdasarkan darimana?
Saturday, 20 August 2011 at 11:49:24
Bunyi Judulnya "Menjawab Syubhat-Syubhat Aman Abdurrahman (1)" pertanyaan ana,,, MANANYA YANG DIJAWAB???
Tuesday, 23 August 2011 at 11:34:17
Masih JIlid 1...sabar donk akan ada tulisan berikutnya untuk membantah syubhat amman abdurrahman... ini baru moqodimmah...
Sunday, 28 August 2011 at 18:40:23
Syukron ustadz atas nasehatnya.... mohon ditampilkan lagi kelanjutan artikelnya....
Wednesday, 21 September 2 at 18:15:21
Mudah-mudahan Alloh senantiasa memberi petunjuk dan hidayah kepada Al-Ustadz Ja'far Umar Tholib, barokallohu fik. Sejak terfitnahnya antum pasca dibubarkannya LJAWJ dan FKAWJ, sungguh sedih melihat takdir Alloh yang demikian. Alhamdulillah, antum telah ruju' illalloh dan mudah-mudahan Alloh memberi pertolongan dan kemudahan untuk kita semua merapatkan barisan dan memperkuat dakwah ini. Ingatlah selalu nasehat para ulama' ya Al-Ustadz, sungguh hati kita ini lemah, sedangkan fitnah begitu dahsyat, bahkan untuk seorang Ja'far Umar Tholib. Selalulah berkonsultasi dengan para ulama' ya Al-Ustadz, karena ulama' lah sumber ilmu. Semoga Alloh melembutkan hati antum di antara pergaulan para salafiyin. Semoga Alloh mengembalikan kegarangan hati antum mendedah dan mengacak-acak barisan para harokiyun. Mengaumlah wahai singa ! Allohu Akbar !
Monday, 05 September 2011 at 02:29:11
Assalamu Alaikum.... Salam kenal... seorang pencari awam
Friday, 07 October 2011 at 22:47:10
Allohuakbar !!!
Tuesday, 06 September 201 at 09:13:10
Lah wong Amman Abdurrahman,Abu Bakar Ba'asyir dan konco2nya itu memang khawarij tulen,teroris tulen, bukan tulisan ustadz Ja'Far yang mencerai beraikan barisan Musliin, tetapi karena pemikiran dan kerjaan2 orang2 ky abu bakar ba'asyir itu yang membuat barisan umat islam terpecah belah salah satunya,pada asalya Umat Islam itu satu di atas ajaran Salafiyyah Ahlu Sunnah Wal Jama'ah,ajarannya Nabi Muhammad, namun karena oknum2 yang yang melenceng dari ajaran Nabi Muhammad, (kemudian ajarannya diikuti oleh manusia) yang membuat barisan umat islam terpecah belah...PAHAMILLAH WAHAI SAUDARAKU ABU USAMAH
Tuesday, 11 October 2011 at 20:55:36
jazakumullohi khoiron... keterangan ustadz memberikan semangat baru untuk lebih banyak belajar"